Home Top Ad

nonton

Apasih bagusnya Sablon Polyflex

Share:
Sebelum tahun 2000 ribuan, sablon konvensional sempat merajai usaha sbalon tanah air, namun semakin berkembangnya teknologi tenyata teknik sablon konvensional ini mempunyai saingan.

Sekarang ini teknik DTG atau Direct to Garment, dan teknik sablon cutting dengan Polyflex malah lebih digemari karena hasilnya yang rapi dan punya warna yang lebih solid. 

Jual Polyflex

Rata – rata diinternet banyak yang Jual Polyflex dalam jumlah besar, di kisaran harga 75-85 ribu Rupiah per satu roll berukuran 50x100 cm. Warnanya pun beragam dan cukup cerah, yang dinilai cukup eye catching jika dicetak di atas kaos polos dengan berbagai desain gambar atau tulisan.

Tapi apakah memang sebagus itu bahan yang satu ini?

sebenarnya sama seperti bahan-bahan cetak lainnya, ada beberapa kelebihan yang tentunya juga dibarengi dengan kekurangan. Tergantung dari keperluan kita sebagai pengguna sih, tapi memang ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan ya.

Penyedia jasa Jual Polyflex chemica kerap menawarkan produknya dengan iming-iming aman dan praktis, lentur dan punya daya lekat yang kuat apalagi untuk ditempelkan ke bahan tekstil. Pada praktiknya, cara ini memang terbukti lebih menekan waktu produksi, terutama untuk pelaku usaha jasa sablon yang menerima banyak orderan. 

Dengan Polyflex menyablon baju hanya tinggal cetak sesuai desain, tempel dengan hati-hati dan biarkan melekat, baru kemudian dilepas satu per satu. Dibandingkan dengan sablon manual, teknik sablon berbahan Polyflex jauh lebih memudahkan pekerjaan. Bahkan harga Polyflex jenis PVC dan PU yang paling sering digunakan juga cenderung terjangkau. 

Sablon dengan bahan ini juga diklaim lebih hemat karena tidak banyak sisa bahan yang terbuang. Bagi pengguna, warnanya sendiri juga lebih tahan lama meskipun dicuci berkali-kali, selama tidak menggunakan mesin cuci.

Meskipun demikian, rupanya tidak semua keunggulan tersebut menjadikan bahan Polyflex sebagai juara di bidang cetak-mencetak. Mengapa?

Bahan satu ini cenderung masih terbatas perbendaharaan warnanya dan lebih didominasi warna standar seperti hitam, putih, biru, merah dan kuning, yang merupakan warna-warna dasar. Sehingga ada kesan monoton jika dipandang mata, meskipun masih dapat diakali dengan penggunaan font atau jenis huruf tertentu yang lebih keren. Karena satu warna itu pula, sulit untuk mencetak desain dengan warna gradasi. Kalaupun ada Polyflex yang dijual dengan warna gradasi, tentu harganya akan jauh lebih mahal dan mempengaruhi ongkos produksi.

Belum lagi harga mesin yang relatif mahal karena harus dapat terintegrasi dengan komputer desain. Perlu modal yang cukup besar tentunya, apalagi untuk pelaku jasa sablon yang modalnya masih terbatas pada pemenuhan bahan baku dan perawatan mesin utama. Kondisi itu pula yang hingga saat ini menyebabkan sablon dengan bahan Polyflex seperti halnya stiker cutting masih belum begitu digunakan di banyak daerah. Sekarang tinggal kamu yang putuskan, mau sablon manual atau Polyflex?

Tidak ada komentar